Rabu, 31 Oktober 2018

Batu Batik, Keajaiban Geologis Unik dari Ciletuh Sukabumi

Foto 1 dari 4
Batuan alami ini terbentuk 60 juta tahun yang lalu
Batuan alami ini terbentuk 60 juta tahun yang lalu
detikTravel Community - Geopark Ciletuh di Sukabumi memang punya pemandangan alam yang memukau. Satu yang perlu traveler lihat adalah Batu Batik, keajaiban geologis yang unik.

Jika selama ini kita mengenal berbagai corak batik pada kain, pernahkah kita membayangkan jika halnya corak batik tersebut dapat kita temukan pada bebatuan peninggalan masa tersier pada masa 60 juta tahun yang lalu?

Pagi itu mentari bersinar begitu cerah, menyambut kami dengan penuh kehangatan di kawasan Geopark Ciletuh yang berada di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Geopark Ciletuh merupakan Kawasan konservasi alam yang telah dikukuhkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional untuk UNESCO dan Kementerian ESDM pada Desember 2015 lalu

Kini kawasan ini akan diajukan sebagai Geopark Internasional pada tahun 2017. Ada banyak potensi alam yang terdapat di kawasan ini, salah satunya Batu Batik.

Batu Batik merupakan hasil proses alam yang terjadi pada masa pra-tersier sekitar 60 juta tahun yang lalu. Batuan ini terbentuk secara alami dari lava panas gunung berapi yang berada sekitar 100 km di bawah permukaan laut, sebelum akhirnya terangkat ke permukaan bumi.

Degradasi warna coklat kemerahan adalah salah satu karakteristik yang paling menonjol dari Batu Batik ini. Tidak hanya itu, ragam ukuran dan bentuk yang unik adalah karakteristik lainnya yang membuat Batu Batik ini begitu istimewa.

Adapun lokasi Batu Batik sendiri berada di tengah laut sehingga untuk pergi ke sana kami harus menyewa sebuah kapal mesin dari seorang nelayan di sekitar Pantai Palangpang seharga 700 ribu. Cukup sederhana memang, namun kapal ini mampu membawa penumpang hingga 15 orang.

Mesin kapal mulai dinyalakan dan hanya dalam hitungan detik hamparan birunya laut memenuhi pelupuk mata diiringi dengan terpaan angin yang membelai mesra wajah kami.

"Itu Batu Kodok!", teriak awak kapal.

Ternyata di sepanjang perjalanan menuju Batu Batik, terdapat banyak ragam batuan dengan karakteristik unik lainnya, seperti Batu Kodok yang memiliki bentuk menyerupai kodok dengan mata lebar membelalak, ada pula batu kasur yang memiliki rupa seperti kasur. Sungguh pemandangan yang begitu mengesankan.

Selang 30 menit berlalu, awak kapal pun melempar jangkar menandakan kami sudah sampai tujuan. Dengan penuh antusias kami turun dari kapal.

"Batu Batiknya dimana Pak?" tanya saya penasaran.

"Kita jalan dulu kesana ya neng," jawab sang awak kapal seraya mengacungkan tangannya ke arah yang harus kami tempuh.

Kami pun mulai berjalan, perlahan lembutnya pasir pantai dapat saya rasakan mulai bermain manja di antara ruas ruas jemari kaki yang tak memakai alas. Kemudian kami melewati hutan tak berpenghuni di kawasan itu dan kembali menyusuri pantai dengan karakteristik yang berbeda dari pantai pertama di awal perjalanan ini. Kali ini batuan kecil aneka bentuk dan warna menyelimuti seluruh pantainya.

"Itu diaaa Batu Batiknya", teriak salah seorang sahabat mengagetkan saya. Tak terasa perjalanan panjang menyusuri pantai dan hutan sepanjang kurang lebih 2 km, akhirnya berhasil kami tuntaskan.

"Masya Allah," tak henti-hentinya saya melafadzkan kata itu sebagai ekspresi kekaguman akan Batu Batik yang kini begitu nyata di pelupuk mata. Area Batu Batik ini ternyata cukup luas dengan posisi langsung menghadap ke laut lepas.

Ragam ukuran dan bentuk yang unik sangat menarik untuk diamati lebih dekat. Diantara ragam batuan tersebut, salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah rangakaian batu yang menyerupai punggung seekor naga. Batuan ini memiliki bentuk memanjang dan meruncing dibagian atasnya mirip sekali dengan punggung naga.

Pantulan sinar matahari yang begitu cerah membuat degradasi warna Batu Batik ini semakin terlihat cantik. Duduk diantara batuan ini dan melempar pandangan ke laut lepas diiringi nyanyian alam berupa deburan ombak sungguh sebuah berkah yang tak dapat diingkari.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

10 top makanan disukabumi

About

Popular Posts

Blog Archive