Rabu, 10 Oktober 2018

Menikmati Kemegahan Masjid Raya Raudhatul Irfan, Sukabumi
  •  Wednesday, 30 December 2015 | 08:38
  •  Administrator
  •  Berita
Sukabumibimasislam— Bagianda yang ingin keSukabumiatausekedarmelewatinyaandaakan menemuisebuah bangunankokohdengan empat menara menjulang tinggi di pinggir jalan pertigaan jalur lingkar selatanBogor-SukabumiBangunan itu adalah Masjid Raya Raudhatul Irfantepatnya diCibolangKecamatan Cisaatyaitu di pinggiran perlintasan utama jalur Sukabumi-Bogor dan pintu masuk ke Jalan Lingkar Selatan (Lingsel Sukabumi). Masjid inidibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan diresmikan oleh gubernur Aherpada 7 Juli 2014 yang lalu.
 
Jika anda berkunjung ke masjid inimaka akan melihat betapa megahnya rumahibadah masyarakat Sukabumi iniInteriornya yang khasberwarna hijau putihdenganornamen ala Persia menambah keelokannyaHanya sajasaat bimasislam berkunjungke tempat ini (28/12), dan menyisir ruang-ruang dan sudut masjid terdapat banyakretakan-retakan tembokdan beberapa kerusakan plafon masjid dengan ditutupseadanyaRuang utama shalat yang luasdengan hamparan karpet yang bagusmenjadi terganggu karena kurangnya perawatan (maintanance). Demikian halnya, pelataran dengan taman-taman sekitar dan area parkir yang luas nampak kurang diperhatikan kebersihannya. Apalagi di depan masjid banyak pedagang keliling, seperti mie ayam, somay, dan sejenisnya yang mungkin kurang memperhatikan kebersihan.
 
Luasan bangunan masjid mencapai 900 meter persegi menjadi salah satu singgahan menarik. Banyak umat Islam, atau wisatawan domestik untuk shalat, sambil menikmati luasnya area masjiddengan duduk-duduk di serambi, sambil menikmati jajanan pinggir jalan.
 
Berdasarkan penelusuran bimasislam, nama masjid ini diambilkan dari nama sebuahTafsir Al-Qur’an yang monumental dan populis di wilayah Tatar Pasundaan hasil buah karya K.H. Ahmad Sanusi. Yaitu seorang ulama besar Sukabumi yang pernah berkiprah dalam pentas pergolakan nasional di era 1920-an sampai dengan 1950-an.
 
Nama lengkap tafsir ini adalahRaudlat al-Irfan fii Ma’rifati al-Qur’an dengankarakteristik: (1) Metode yang digunakan adalah metode Ijmali (Global) artinya menafsirkan al-Qur’an dengan cara singjat dan global tanpa urzian panjang lebar; (2) Bentuknya tergolong pada tafsir bi al-Ra’yi artinya tafsir ayat2nya didasarkan psda hasil Ijtihad mufassirnya dan menjadikan akal fikiran sebagai fikiran utamanya; (3) Fokus dan aliran tafsir, bersifat umum, tanpa membawa pesan khusus atau netral dengan menjelaskan ayat-ayatnya secara proporsional, dan lain-lain.
 
Sementara langkah-langkah yang dilakukan K.H. Ahmad Sanusi alam menafsirkan al-Qur’an, yakni: (a) Menterjemahkan secara harfiyah ke dalam bahasa Sunda; (b) Menafsirkan sesuai dengan tertib susunan mushaf Utsmani; (c) Maksud dijelaskan disisi kanan dan kiri matan teks al-Qur’an dengan sederhana; (d) Mengemukakan asbabul nuzul, jumlah huruf dan ayatnya; (e) Tidak mempersoalkan segi bahasa seoerti nahwu, sharaf, bikagzh, dll, namun mengutamakan segi makna; (f) Tidak menjelaskan secara detail (Juz’iyyat) namun menjelaskannya secara universal (Kulliyat). (thobib-jaja/foto:bimasislam)


0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

10 top makanan disukabumi

About

Popular Posts

Blog Archive