Minggu, 21 Oktober 2018

Cerita tentang 'Kota Rahasia' Peninggalan Jepang di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Cerita tentang Kota Rahasia Peninggalan Jepang di SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah/detikcom
Sukabumi - Bentuknya kini sudah tidak keruan. Hanya tinggal puing. Padahal, menurut saksi dan cerita para orang tua, kawasan di Kampung Pojok, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu dulu merupakan 'kota rahasia'. Benarkah?

Di kampung seluas 10 hektare ini terdapat banyak puing sisa bangunan zaman penjajahan Jepang. Ada bekas pangkalan militer, pabrik senjata, pabrik kina (obat malaria), dan kolam renang. Berdasarkan informasi warga sekitar, kawasan ini dibangun pada 1940.

"Disebut kota rahasia karena tak sembarang orang bisa masuk," kata penyuluh Kehutanan Swadaya Jabar, Tedi Ginanjar, saat ditemui di lokasi, akhir pekan lalu.

Hanya tentara Jepang yang diizinkan masuk atau mereka yang menjadi Heiho dan mengabdi untuk Jepang.



Tedi sendiri mengaku tak sengaja mengungkap 'kota rahasia' di Kampung Pojok. Awalnya dia menelusuri silsilah keluarga. Dari buku-buku sejarah peninggalan sang kakek, rasa penasaran membuatnya menelusuri lokasi ini. Kemudian, selama 4 tahun, dia bolak-balik menelusuri tiap detail puing serta mengobrol dengan beberapa saksi hidup, seperti pejuang atau warga yang pernah menjalani kerja paksa kepada tentara Jepang.

"Hasilnya, puing-puing di Kampung Pojok adalah kota di masa lalu," kata Tedi.

Tedi Ginanjar menunjukkan denah 'kota rahasia'Tedi Ginanjar menunjukkan denah 'kota rahasia'. (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Keberadaan 'kota' di pelosok Sukabumi ini dibenarkan veteran berpangkat terakhir Pembina Letnan Dua (Pelda), Endang. Ia mengetahui jelas tempat itu karena kakak kandungnya, Encep Kosasih, bergabung menjadi pasukan Heiho.

"Kakak saya menyebut tempat itu sebagai kota rahasia. Di sana ada pabrik obat kina, pabrik senjata, pangkalan terbang, dan kereta lori," tutur Endang.

Jepang memilih tempat itu sebagai 'markas' karena perbukitan di lokasi tersebut membentuk tapal kuda dan memudahkan pengintaian ketika ada penyerangan. Kawasan tersebut menghadap timur. Ketika matahari terbit, semua pasukan Jepang dan warga diminta membungkuk memberikan penghormatan.

"Semua wajib membungkuk ke arah matahari. Kalau menolak, akan ditembak. Karena saat itu kakak saya bergabung sebagai Heiho, maka dia ikut-ikutan membungkuk," imbuhnya.

Tempat itu diambil alih oleh tentara Indonesia pada 1946. Setelah itu, pasukan beranjak dengan berjalan kaki ke Yogyakarta untuk membersihkan sisa-sisa tentara yang masih bertahan di Yogya. Kota rahasia dihancurkan dan kini menjadi kenangan.

Cerita tentang 'Kota Rahasia' Peninggalan Jepang di SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah/detikcom

(try/try)

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

10 top makanan disukabumi

About

Popular Posts

Blog Archive